Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Hampir semua unsur di bumi dapat ditemukan di Indonesia, namun negeri ini belum mampu mengoptimalkan sumber daya alam yang ada. Kebanyakan hasil alam Indonesia di ambil oleh pihak asing dan kita hanya kebagian beberapa persen saja. Sebenarnya bila kita mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang ada di Indonesia maka kita tidak akan mengalami yang namanya krisis energi mulai dari bahan bakar, listrik hingga bahan pangan. Namun, kurangnya SDM yang ada dan kondisi politik yang sering tidak stabil mengakibatkan hal tersebut belum bisa di atasi.
Bicara tentang krisis energi, di sini saya akan membahas tentang pemadaman listrik bergilir dan daerah-daerah yang masih belum dialiri listrik sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke memang tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit listrik yang baru dan membutuhkan banyak dana. Belum lagi biaya untuk mengoperasikan pembangkit listrik tersebut. Kebanyakan pembangit listrik yang ada saat ini adalah pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik tenaga diesel. Tentu saja untuk mengoperasionalkan pembangkit listrik tersebut membutuhkan biaya yang besar mengingat bahan yang digunakan sebagai sumber tenaganya juga tidak murah dan jumlahnya sangat terbatas. Namun apa jadinya jika kita mempunyai pembangkit listrik tenaga nuklir atau pembangkit listrik tenaga fusi?
Pembangkit listrik tenaga nuklir memerlukan Uranium sebagai bahan tenaganya, sedangkan Indonesia termasuk negara yang kaya dengan Uranium tersebut. Tetapi apa yang terjadi? Kekayaan Uranium kita dieksploitasi oleh pihak asing dan kita hanya kebagian sebagian kecil saja. Dan dari sebagian kecil itu, kita belum bisa memanfaatkannya sama sekali. Bayangkan saja bila kita bisa mengolah Uranium kita sendiri! Hanya dengan beberapa bagian Uranium seluruh daerah di Indonesia akan dapat menikmati fasilitas listrik yang melimpah dan didapat dengan harga yang murah. Tapi pada kenyataannya kita belum bisa mendapatkan kemudahan seperti itu. Baru saja membuat reaktor nuklir untuk penelitian saja suda ada demo penolakannya dimana-mana karena khawatir dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh radiasi nuklir itu apabila ada kebocoran pada reaktor nuklirnya.
Tidak menutup kemungkinan protes-protes tersebut didalangi oleh orang-orang yang akan merasa dirugikan dengan adanya pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut karena selama ini produksi Uranium Indonesia dieksport ke negara lain. Mereka menakut-nakuti rakyat dengan dampak yang ditimbulkan reaktor nuklir seperti yang ada di Rusia dan Jepang, namun tidak diberi tau manfaat yang diperoleh dari reaktor nuklir tersebut.Memang benar jika dampak dari radiasi itu sangat buruk, namun dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang ada sekarang dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kita bisa memberi beasiswa pada putra-putri terbaik bangsa untuk belajar ke luar negeri untuk mempelajari pemanfaatan tenaga nuklir untuk kepentingan yang baik sehingga dapat mengatasi krisis energi yang dialami negeri ini.
Namun selain pemanfaatan teknologi nuklir ubtuk pembangkit listrik, ada satu laki cara untuk mengatasi krisis energi tersebut yaitu menggunakan reaksi fusi (empat inti hidrogen menjadi inti helium). Reaksi fusi menggunakan prinsip seperti matahari yang tidak akan pernah kehabisan energi dengan persamaan kimia:
(H1 + H1 --> H2 + ß+ + v+ 0,42 MeV) x 2
(H1 + H2 --> H3 + γ + 5,5 MeV) x 2
He3 + H3 --> H4 + 2H1 + 12,8 MeV
Ketiga reaksi tersebut dijumlahkan dan menghasilkan persamaan reaksi : 4H1 --> He4 + 2β+ + 2γ + 2V + 24,64 MeV.
Dari reaksi diatas diketahui bahwa reaksi antara gas hidrogen dengan hidrogen akan menghasilkan helium + hidrogen. Karena hasil reaksi juga menghasilkan gas helium dimana gas ini pada awalnya juga sebagai bahan energi maka dapat disimpulkan bahwa kita tidak lagi memerlukan bahan lagi sebagai sumber energi karena sudah dihasilkan oleh reaksi sumber energi tersebut.
Bila kita bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan baik, maka kita tidak akan mengalami lagi yang namanya krisis energi. Semoga di tahun-tahun yang akan datang kita mendapatkan pemimpin negara yang mau mendukung program-program semacam ini sehingga rakyat tidak dibebani lagi oleh mahalnya mendapatkan energi di negeri yang hebat ini.
i'm proud to you boy
BalasHapus